Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Hasil Pencarian ada di Iklan Google Feeds

Selasa, 12 Februari 2008

RETRIBUSI KUBAR



URAIAN RETRIBUSI KUBAR


Retribusi Pelayanan Kesehatan
Berkaitan dengan retribusi pelayanan kesehatan Kab. Kutai Barat maka dapat diuraikan berikut ini:
- Realisasi atas retribusi ini sejak tahun 2001-2005 cenderung mengalami kenaikan penerimaan, rata-rata penerimaan per tahun sebesar Rp 30.975.032 meliputi seluruh puskesmas yang ada di Kubar. Peningkatan yang berarti terjadi antara tahun 2001-2004, dan pada tahun 2005 penerimaan mengalami penurunan yang sangat besar mencapai 25% dari tahun 2004. Kondisi ini perlu dilakukan kajian secara lebih mendalam berkaitan dengan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat maupun dari sisi manajemen kesehatan di Kubar. Juga perlu diperhatiakan pula kondisi kesehatan masyarakat Kubar apakah berada dalam status kesehatan yang memadai. Kemungkinan atas penurunan penerimaan retribusi ini juga bisa dijadikan indikator terhadap kondisi kesehatan masyarakat karena semakin sedikit masyarakat yang sakit, penerimaan juga akan sedikit demikian pula sebaliknya. Untuk tahun-tahun berikutnya perlu dilakukan inovasi pelayanan kesehaatan kepada masyarakat Kubar, tidak hanya kuratif dan promotif tetapi bersifat preventif juga. Sehingga, meskipun masyarakat sudah sehat tetapi penerimaan dari retribusi ini masih besar karena perubahan gaya hidup masyarakat akan kesehatan menjadi lebih baik

- Adapun potensi terhadap penerimaan pelayanan kesehatan sebenarnya masih sangat kecil jika dilihat dari besarnya jumlah penduduk dan angka kesakitan masyarakat Kubar yang mencapai ......(tolong dilihatkan angka pastinya di Kubar dalam angka ya...). Melihat berbagai faktor yang berkembang di Kab Kubar, untuk potensi sebenarnya sangat mungkin untuk ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Dari data yang ada terlihat bahwa potensi yang ada masih dapat ditingkatkan lagi baik dari segi kualitas maupun kuantitas pelayanan kesehatan, potensi saat ini yang diperkirakan bisa tergali setiap tahunnya mencapai Rp 31.735.251. Potensi mengalami kenaikan mulai tahun 2001-2003 dan pada tahun 2004 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2003 sebesar 22%. Kondisi ini perlu mendapat perhatian mengingat penurunan potensi tahun 2004 ternyata pada relisasi menunjukkan kenaikan. Berkaitan dengan potensi sesuai Perda sebenarnya justru lebih besar lagi yaitu sebesar Rp 73.070.403. Hal ini menunjukkah bahwa potensi yang bisa tergali masih besar karena lebih dari 100%

- Melihat data antara realisasi dan potensi (baik yang telah diterima maupun sesuai Perda) yang ada pada penerimaan retribusi pelayanan kesehatan sangat menarik untuk dibahas. Perbandingan ini menunjukkan upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Dengan kata lain bahwa upaya terbesar untuk meningkatkan penerimaan pada tahun 2004. Pada tahun 2001 sampai 2003 terjadi perbedaan negatif antara penerimaan dengan potensi yang ada dan pada tahun 2004 terjadi perbedaan yang positif antara penerimaan dengan potensi. Evaluasi atas kondisi ini sebenarnya terletak pada identifikasi dan perhitungan potensi retribusi pelayanan kesehatan sehingga perlu dilakukan klarifikasi kembali antara penyedia pelayanan kesehatan (PPK), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendapatan Daerah. Sedangkan upaya yang telah dilakukan sebesar 1,3 kali namun upaya menurut Perda sebesar 0,5 yang berarti perlu ada peningkatan upaya untuk meningkatkan penerimaan dari retribusi pelayanan kesehatan.

Tidak ada komentar:

lowongan kerja di rumah

Slide poto my Freands